Selasa, 03 Desember 2013

Tugas 3 Laporan Ilmiah

Contoh Laporan Ilmiah






“EFEK ROKOK BAGI KESEHATAN di KALANGAN PELAJAR”


Nama : Julian Adhi Wicaksono
NPM  : 34413718
Kelas : 1ID05


UNIVERSITAS GUNADARMA
PTA 2013/2014






 BAB I

PENDAHULUAN
1.1.LATAR BELAKANG
  Sangat ironis memang bahwa manusia sangat memperhatikan keseimbangan alam akibat proses pembakaran bahan bakar oleh industri yang mengeluarkan polusi tetapi dilain pihak orang-orang dengan sengaja mengalirkan gas produksi pembakaran rokok ke paru-paru mereka.

     Terutama remaja masa kini, masa remaja merupakan masa dimana seorang individu mengalami peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik emosi, tubuh, minat pola perilaku, dan juga panuh dengan masala-masala ( Hurlock 1998 ). Oleh karenanya, remaja sangat rentah sekali mengalami psikososial, yakni masalah psikis atau kejiwaan yang timbul sebagai akibat terjadinya perubahan social.

     Sebenarnya seorang pelajar belum boleh merokok di kalangan sekolah, masyarakat atau kalangan yang lainnya. Karena hal ini dapat berdampak buruk pada kesehatannya, sekolahnya dan lain-lain. Biasanya hal ini di lakukan oleh para pelajar karena kondisi emosi mereka yang tidak stabil memebuat mereka melakukan segalah hal untuk melampiaskan esmosinya. Populasi merokok pada usia dini sangatlah tinggi. Hal ini di sebabakan karena kurangnya penyuluhan tentang bahaya rokok di kalangan sekolah atau masyarkat, atau mungkin juga kurangnya kesadaran pada diri mereka sehingga mereka tidak memperhatikan bahayanya dan juga nanti kedepanya.

     Kebiasaan  merokok  di  Indonesia  sangat  memprihatinkan. Setiap saat kita dapat menjumpai masyarakat dari berbagai usia, termasuk pelajar. Padahal, berbagai penelitian dan kajian yang telah di lakukan menunjukan bahwa rokok sangat membahayakan kesehatan. Bukan hanya membahayakan para perokok, asap rokok juga sangat berbahaya apabila di hirup oleh orang-orang yang berada di sekitarnya ( perokok pasif ). Bahkan sebagian penelitian menunjukkan bahwa para perokok pasif memiliki resiko kesehatan lebih tinggi dari pada para prokok itu sendiri. Penyakit-penyakit mulai dari menderita batuk hingga kanker paru-paru mengancam para perokok aktif maupun pasif.

     Kami menyadari bahwa informasi tentang bahya rokok bagi kesehatan sangat penting untuk di ketahui oleh masyarakat luas, khususnya para pelajar. Hal ini yang mendorong kami untuk menyusun Karya Tulis Ilmiah ini tentang Bahaya Merokok. kami berharap, dengan mengetahui informasi ini para pelajar dapat mengurungkan niatnya untuk mengonsumsi rokok, atau bahkan berhenti merokok.

1.2.RUMUSAN MASALAH
1.      Apa dampak merokok bagi kesehatan remaja ?
2.      Apa faktor penyebab perilaku merokok di kalangan remaja ?
3.      Apa ciri-ciri fisik yang menunjukkan seorang remaja merokok ?

1.3.TUJUAN PENELITIAN
1.      Untuk mengetahui dampak merokok bagi kesehatan remaja.
2.      Untuk mengetahui factor penyebab seorang remaja merokok.
3.      Untuk mengetahui ciri-ciri fisik remaja yang merokok.

1.4.MANFAAT PENELITIAN
-          Sebagai wacana bagi pelajar agar mereka lebih mengetahui dampak dan bahaya merokok bagi kesehatan.







BAB II
TINJAUAN PUSTAKA ( LANDASAN TEORI)
2.1 Pengertian Rokok
 Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain. Ada dua jenis rokok, rokok yang berfilter dan tidak berfilter. Filter pada rokok terbuat dari bahan busa serabut sintetis yang berfungsi menyaring nikotin.
Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung(walapun pada kenyataanya itu hanya tinggal hiasan, jarang sekali dipatuhi).
Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata.
Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam. Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan sugesti merasa lebih jantan. Di balik kegunaan atau manfaat rokok yang secuil itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun orang di sekitar perokok yang bukan perokok.


2.2. Dampak dari merokok
Sebagaimana kita ketahui di dalam asap sebatang rokok yang dihisap oleh perokok, tidak kurang dari 4000 zat kimia beracun. Zat kimia yang dikeluarkan ini terdiri dari komponen gas (85 persen) dan partikel. Nikotin, gas karbonmonoksida, nitrogen oksida, hidrogen sianida, amoniak, akrolein, asetilen, benzaldehid, urethan, benzen, methanol, kumarin, 4-etilkatekol,ortokresoldan perylene adalah sebaian dari beribu – ribu zat di dalam rokok.
Jumlah kematian dan klaim perokok Menurut penelitian Organisasi Kesehatan dunia (WHO), setiap satu jam, tembakau rokok membunuh 560 orang diseluruh dunia. Kalau dihitung satu tahun terdapat 4,9 juta kematian didunia yang disebabkan oleh tembakau rokok. Kematian tersebut tidak terlepas dari 3800 zat kimia, yang sebagian besar merupakan racun dan karsinogen (zat pemicu kanker), selain itu juga asap dari rokok memiliki benzopyrene yaitu partikel-partikel karbon yang halus yang dihasilkan akibat pembakaran tidak sempurna arang, minyak, kayu atau bahan bakar lainnya yang merupakan penyebab langsung mutasi gen.
Hal ini berbanding terbalik dengan sifat output rokok sendiri terhadap manusia yang bersifat abstrak serta berbeda dengan makanan dan minuman yang bersifat nyata dalam tubuh dan dapat diukur secara kuantitatif. Selain mengklaim mendapatkan kenikmatan dari output rokok, perokok juga mengklaim bahwa rokok dapat meningkatan ketekunan bekerja, meningkatkan produktivitas dan lain-lain. Tetapi klaim ini sulit untuk dibuktikan karena adanya nilai abstrak yang terlibat dalam output merokok. Para ahli malah memperkirakan bahwa rokok tidak ada hubunganya dengan klaim-klaim di atas. Malah terjadi sebaliknya, menurunnya produktiviats seseorang karena merokok akibat terbaginya waktu bekerja dan merokok. Selain itu berdasarkan penelitian terbaru menyatakan bahwa merokok dapat menurunkan IQ (dari berbagai sumber). Bahaya bagi tubuh yaitu bisa mengakibatkan kanker, paru-paru, impotensi dan gangguan pada janin, sedangkan bahaya bagi lingkungan dapat menimbulkan polusi udara yang ditimbulkan dari asap rokok yang dihisap.
Sebenarnya yang paling berbahaya diantara perokok pasif dan perokok aktif, perokok pasif lah yang berbahaya sebab perokok pasif menghisap asap rokok yang paling banyak. Rokok juga selain berbahaya juga bisa mematikan dan akan menimbulkan kecanduan kepada pemakainya. Merokok bagi orang dewasa bisa berbahaya apalagi bagi anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah. Oleh Karena itu, merokok dilarang di sekolah maupun di luar sekolah.
Akibat negatif dari rokok, sesungguhnya sudah mulai terasa pada waktu orang baru mulai menghisap rokok. Dalam asap rokok yang membara karena diisap, tembakau terbakar kurang sempurna sehingga menghasilkan CO (karbon mono oksida), yang disamping asapnya sendiri, tar dan nikotine (yang terjadi juga dari pembakaran tembakau tersebut) dihirup masuk ke dalam jalan napas. CO, Tar, dan Nikotin tersebut berpengaruh terhadap syaraf yang menyebabkan : Gelisah, tangan gemetar (tremor) Cita rasa / selera makan berkurang. Ibu-ibu hamil yang suka merokok dapat kemungkinan keguguran kandungannya.

2.3. Faktor Penyebab Merokok
            Merokok di kalangan pelajar sepertinya sudah menjadi sebuah hal biasa. Karena terdapat beberapa faktor yang menyebabkan siswa terpelajar membiasakan kebiasan buruk  ini, faktor-faktor ini diantaranya adalah:
1.      Depresi
2.      Iseng,ingin coba-coba
3.      Tidak ingin diejek teman
4.      Merasa ingin maco
5.      Pengaruh lingkungan
6.      Kurangnya didikan atau pengawasan dari orang tua

2.4. Upaya Mengatasi Kebiasaan Merokok
            Kebiasaan merokok dapat diatasi dengan memberikan pengarahan dan pengetahuan kepada para pecandu rokok tentang dampak buruk merokok bagi kesehatan yang dirasakan sekarang atau yang akan datang. Sebenarnya dibutuhkan sebuah kesadaran dari masing-masing orang yang merokok bahawa merokok adalah sebuah hal yang sangat merugikan bagi diri sendiri dan orang lain.  






BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Penyebaran Angket
 Karena metode yang digunakan adalah angket maka tidak ada batasan waktu dan tempat. Prosedur yang digunakan yaitu siswa wajib mengisi kuesioner dengan jawaban pertanyaan tertutup, sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya.

      3.2.Kajian Pustaka di Lakukan Menggunakan Internet
Beberapa sumber informasi tentang bahaya dari merokok kita dapatkan dari beberapa Blogger.

      3.3.Observasi  (Hasil Pengamatan )
Waktu yang digunakan untuk pengamatan yaitu pada saat jam-jam pulang sekolah. Bertempat disebuah warung dekat sekolah. Karena menggunakan metode pengamatan jadi tidak ada prosedur khusus yang harus dipatuhi dalam melakukan pengamatan.









BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Berdasarkan Hasil Pengamatan (Observasi)
             Adapun hubungan kesehatan siswa dengan kebiasaan merokok yang selama ini menjadi sebuah ritual yang harus dilaksanakan. Berdasarkan hasil observasi penulis ditemukan bahwa beberapa siswa memiliki berbagai macam sebab mereka menanamkan kebiasaan buruk ini yaitu merokok. Penulis mengamati bahwa sebagian besar siswa merokok dikarenakan mereka terlalu diberi kebebasan dalam bergaul oleh orang tuannya, orang tua mereka tidak begitu faham dengan bahaya merokok bagi kesehatan, si anak tidak peduli dengan efek yang akan terjadi di masa mendatang dengan kebiasaan buruk ini, yang dia tau hanya mengikuti gaya hidup  saat ini.          
            Dampak buruk merokok bagi kesehatan bisa dilihat dari ciri-ciri fisiknya.  Diantaranya adalah :
v  Bibir dan gusi menjadi hitam
v  Kulit jadi hitam
v  Mata merah
v  Kuku membiru
v  Pipi perokok terlihat kempok
v  Mudah terserang penyakit batuk
v  Nafas bau
v  Perokok terlihat tenang dengan asiknya mengisap rokok
Jadi beradasarkan pengamatan diatas kebiasaan merokok dapat timbul dari adanya salah dalam peragulan, dan kurangnya perhatian dari orang tua.


4.2. Berdasarkan Hasil Penyebaran Angket
                Adapun hubungan antara rokok dengan kesehatan siswa berdasarkan hasil penyebaran angket penulis menemukan ada 4 dari 6 orang siswa mengaku bahwa dirinya seorang pecandu rokok dan mereka mengaku sering mengalami gangguan-gangguan kesehatan akibat dari rokok tersebut. Dan 2 diantaranya tidak merokok. Karena mereka sudah mengetahui dampak buruk rokok bagi kesehatan.
a) Tabel 1 ( Pertanyaan  1 )
    
Hasil Penelitian
Frekuensi
Persentase
a.                  Ya
4
66,7 %
b.      Tidak
2
33,3  %

Pembahasan :
Dari tabel diatas diketahui bahwa 66,7 % atau 4  dari 6 orang siswa menyatakan bahwa mereka menjadi pecandu rokok dan 2 lainya atau 33,3 % memilih untuk tidak merokok. Dari pengakuan tersebut sangat menyayangkan bahwa kebiasaan buruk ini telah merajalela khususnya di kalangan pelajar.
b)  Tabel 2 ( Pertanyaan 2 )
      Jika jawaban “Ya”
Hasil Penelitian
Frekuensi
Persentase
A
2
 33,3 %
B
1
16,67 %
C
0
0 %
D
1
16,67  %
E
0
0 %





Jika jawaban “Tidak”
Hasil Penelitian
Frekuensi
Persentase
A
0
 0 %
B
0
0 %
C
1
16,67 %
D
1
 16,67 %

Pembahasan :
               Dari tabel diatas diketahui bahwa para siswa memilih beberapa alasan yang sesuai mengapa mereka memilih tidak merokok atau justru alasan-alasan yang membuat mereka terjerumus pada perilaku tidak baik ini. Diantaranya dari 6 orang siswa, 2 orang siswa atau 33,3 % menjawab mereka merokok karena “ikut-ikutan teman”. Pernyataan ini sangat menunjukkan bahwa pergaulan teman sangat berpengaruh terhadap pola hidup yang buruk. Khususnya pola hidup merokok yang sangat tidak baik untuk kesehatan. Pergaulan yang salah tidak akan membuat tubuh kita semakin sehat justru akan membuat tubuh kita tempat bersarangnya penyakit. Dan alasan lain mengapa mereka meroko adalah, 1 orang menjawab “agar terlihat maco”. Dilandasi karena sifat gengsi antara sesama teman yang mana sifat ini tidak memperdulikan lagi kesehatan dan dampak buruk dari merokok yang sangat buruk bagi kesehatan. 1 siswa lain menjawab“iseng“ berawal dari iseng atau ingin coba-coba akhirnya menjadi kebiasaan yang harus dilakukan tiap saat atau tiap hari.
Dari hasil angket yang telah diberikan sangat sedikit siswa yang dapat mengetahui bahaya merokok untuk sekarang dan yang akan datang bagi kesehatan tubuh. 2 orang siswa menjawab dia sudah menegerti efek rokok bagi kesehatan. Ini berarti sudah terdapat kesadaran dari masyarakat khususnya pelajar tanpa perlu di himbau lagi tentang efek buruk yang akan dirasakan jika mengonsumsi bahan bernikotin ini. Ini menandakan bahwa pengetahuan mereka sudah cukup mumpuni untuk menjaga kesehatan tubuh mereka dari bahaya penyakit yang selalu mengincar.
c). Tabel 3 ( Pertanyaan 3 )
Hasil Penelitian
Frekuensi
Persentase
A
1
16.67 %
B
1
 16,67 %
C
2
33,3 %
  
 Pembahasan :
Dari tabel diatas diketahui bahwa siswa mulai merokok 33,3% di masa SMA dan 16,67 % di masa SD dan 16,67 % di masa SMP. Memang benar pergaulan di masa SMA adalah pergaulan yang sangat rawan terhadap masuknya perbuatan-perbuatan yang berakibat negatif salah satunya adalah merokok . Namun, tidak ada lasan seorang orang tua tidak memperhatikan anak-anaknya di masa SD atau SMP karena terbukti dari pengakuan mereka yang mulai merokok di usia SD dan SMP, yang tentunya sangat tidak baik untuk kesehatan. Karena semakin muda usia seorang perokok maka tingkat resiko kerusakan terhadap paru-parunya juga semakin besar. Karena, di usia yang muda paru-paru manusia sedang mengalami pertumbuhan. Dan seharusnya hal ini memerlukan nutrisi dan hal-hal yang mendukung pertumbuh kembangan itu, bukan justru di serang oleh nikoti-nikoti yang berbahaya, yang semakin menggerogoti oaru-paru.




d) Tabel 4 ( Pertanyaan 4 )
Hasil Penelitian
Frekuensi
Persentase
A
1
16,67  %
B
2
33,3  %
C
1
16,67  %
D
0
0  %

      Pembahasan :
         Dari tabel diatas diketahui bahwa efek yang dirasakan tiap pecandu rokok berbeda-beda. Sebagai pecandu rokok belia mereka lebih cepat juga untuk merasakan berbagai gejala-gejala yang seharusnya tidak perlu dirasakan di usia yang masih belia ini. Kebanyakan dari mereka merasakan ganguan pada pernafasan. Pecandu rokok mempunyai kemungkinan yang sangat besar kerusakan pada paru-paru. Efek paling ringan mereka rasakan adalah nafas mereka tidak terlalu kuat jika melakukan aktivitas yang berat. Seperti lari marathon,sepak bola dan lain-lain.
e) Tabel 5 ( Pertanyaan 5 )
Hasil Penelitian
Frekuensi
Persentase
A
3
50  %
B
0
0 %

Pembahasan :
        Dari tabel diatas diketahui bahwa 50 % siswa yang menjadi pecandu rokok ingin menghentikan kebiasaan ini. Karena mereka sebenarnya sudah mengerti dan merasakan efek buruk dari merokok bagi kesehatan yang sudah mereka rasakan di usia yang masih dini. Dari angket yang sudah di sebarkan diketahui 1 orang tidak mau menghentikan kebiasaan ini. Hal ini mungkin kerena pengaruh pergaulan yang menjadikan sebuah tuntutan untuk merokok, atau memang sudah sangat sulit untuk menghentikan kebiasaan ini.

f) Tabel 6 ( Pertanyaan 6 )
Hasil Penelitian
Frekuensi
Persentase
A
2
33,3  %
B
0
0  %
C
0
0 %
 D
1
16,67 %

Pembahasan :
          Dari tabel diatas diketahui bahwa upaya para siswa untuk menghentikan kebiasaan merokok ini sudah dilakukan dari hal yang terkecil seperti hanya menahan saat ingin merokok sampai mereka mencoba mnegalihkan perhatian mereka terhadap rokok dengan mengisi waktu luang yang biasaanya digunakan untuk merokok dengan kegiatan-kegiatan yang positif. Sebenarnya cara-cara seperti itu tidak begitu menjamin seorang pecandu rokok mau menghentikan kebiasaan nya itu. Kemungkinan besar dengan  melakukan terapi seorang pecandu rokok akan menghentikan kebiasaannya itu.




g) Tabel 7 ( Pertanyaan 7 )
Hasil Penelitian
Frekuensi
Persentase
A
1
 16,67 %
B
0
0 %
C
0
0 %
  
  Pembahasan :
        Dari tabel diatas diketahui bahwa 1dari 4 pecandu rokok menyatakan tidak mau berhenti untuk merokok. Dia tidak pernah memikirkan efek buruk yang akan terjadi pada dirinya atau tubuh nya sekarang atau yang akan datang bila ia melanjutkan kebiasaan ini. Yang dia tau hanyalah“merasa tidak gaul” dikala bersama teman-itemannya. Karena kemungkinan besar dia dibesarkan dan tumbuh di lingkungan yang kebanyakan pecandu rokok.
Seharusnya sebagai seorang remaja terpelajar  dia lebih mengerti tentang dampak yang sangat akut yang akan menyerang paru-parunya yang disebut dengan penyakit kanker. Dalam asap rokok yang membara karena diisap, tembakau terbakar kurang sempurna sehingga menghasilkan CO (karbon monooksida), yang disamping asapnya sendiri, tar dan  nikotine (yang terjadi juga dari pembakaran tembakau tersebut) dihirup masuk ke dalam jalan napas. . CO, Tar, dan Nikotin tersebut berpengaruh terhadap syaraf yang menyebabkan : Gelisah, tangan gemetar (tremor)  Cita rasa / selera makan berkurang. Ibu-ibu hamil yang suka merokok dapat kemungkinan keguguran kandungannya.

h) Tabel 8 ( Pertanyaan 8 )
Hasil Penelitian
Frekuensi
Persentase
A
3
50 %
B
0
0 %
C
0
0 %

Pembahasan :
         Dari angket yang telah di sebarkan di dapat data seperti  tabel diatas diketahui bahwa siswa yang menjadi pecandu rokok ketika dia mencoba berhenti merokok tentunya mereka mencoba untuk tidak merokok. Itu artinya ada sistem-sistem  tubuh yang mulai berkontraksi karena tidak lagi melakukan kebiasaan yang biasa dilakukan. Misalnya saat tidak lagi merokok 3 dari 4 pecandu rokok merasakan galau (Gelisah Antara Lnajut Atau Udahan), artinya mereka merasa bimbang karena kebiasaan merokok yang biasa mereka lakukan tidak lagi mereka lakukan dan menyebabkan beberapa sitem organ mulai berkontraksi seperti lidah terasa asam saat tidak merokok, sering merasa pusing karena tidak merokok.

i) Tabel 9 ( Pertanyaan 9 )
Hasil Penelitian
Frekuensi
Persentase
A
2
33,33 %
B
1
16,67 %
C
0
0 %


Pembahasan :
       Dari angket yang telah di sebarkan di dapat data seperti  tabel diatas, diketahui bahwa siswa yang dirasakan oleh siswa yang sudah menjadi pecandu rokok ketika sehari tidak merokok kebanyakan mereka menjawab tentunya meraka “merasa ada hal yang berbeda”  dari kegiatan nya sehari-hari. Yang biasanya mereka mengisi waktu luang atau mengisi kebosanan denga meroko merokok dan merokok ketika tidak merokok meraka seperti orang yang linglung. Hal ini disebabkan kerena salah satu dampak dari merokok adalah menurunkan IQ atau daya ingat. Yang tentunya juga berhubungan dengan kesegaran otak. Pemikiran dari orang yang menjadi pecandu rokok dengan orang yang tidak merokokpun tentunya berbeda. 1 orang menjawab ketika tidak merokok “mulutnya terasa asam”  hal ini dikarenakan lidah sipecandu rokok sudah akrab dengan bahan-bahan yang terkandung didalam rokok. Sehingga ketika dia tidak merokok lidahnya merasa ada suatu yang tidak biasanya.  Kebiasaan ini apabila diteruskan akan semakin membahayakan bagi kesehatan tubuh. Bukan hanya lidah saja yang mulai terserang penyakit tapi juga paru-paru dan otak.











BAB V
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan, kita bisa menarik kesimpulan bahwa efek dari merokok adalah : gangguan pernafasan, menurunya IQ, bibir hitam membiru, kerusakan paru-paru, kanker dan lain sebagainya. Kebanyakan pelajar mulai membiasaka kebiasaan buruk ini pada masa di SMA. Karena di masa ini jaringan pergaulan mereka yang semakin luas. Penyebab mereka merokok karena beberapa yang hanya iseng hingga menjadi kecanduan, kurangnya pengawasan orang tua, atau pun pengaruh lingkungan.
 5.2. Saran
            Setelah melakukan beberapa penelitian dan kita telah mengetahui beberapa dampak buruk merokok bagi kesehatan, diaharapkan setelah mengetahui informasi ini. Pelajar yang masih merokok secepatnya menghentikan kebiasaan itu. Dan bagi yang tidak merokok, diharapkan tidak memulai kebiasaan ini walaupundengan alasan hanya coba-coba.
           

Minggu, 01 Desember 2013

Tugas 1 Peranan Bahasa Indonesia dalam Ragam Tulis Ilmiah

 Secara umum bahasa didefinisikan sebagai lambang. Bahasa adalah alat komunikasi yang berupa system lambang bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia.
Sebagaimana kita ketahui, bahasa terdiri atas kata-kata atau kumpulan kata. Masing-masing mempunyaimakna, yaitu, hubungan abstrak antara kata sebagai lambang dengan objek atau konsep yang diwakiliKumpulan kata atau kosakata itu oleh ahli bahasa disusun secara alfabetis, atau menurut urutan abjad,disertai penjelasan artinya dan kemudian dibukukan menjadi sebuah kamus atau leksikon.
Pada waktu kita berbicara atau menulis, kata-kata yang kita ucapkan atau kita tulis tidak tersusun begitusaja, melainkan mengikuti aturan yang ada. Untuk mengungkapkan gagasan, pikiran atau perasaan, kitaharus memilih kata-kata yang tepat dan menyusun kata-kata itu sesuai dengan aturan bahasa. Seperangkataturan yang mendasari pemakaian bahasa, atau yang kita gunakan sebagai pedoman berbahasa inilah yangdisebut tata bahasa.
Pada bab berikutnya, sehubungan dengan tata bahasa akan kita bicarakan secara terperinci fonologi, morfologi, sintaksis, semantikdan etimologi. Fonologi ialah bagian tata bahasa yang membahas atau mempelajari bunyi bahasa. Morfologi mempelajari proses pembentukan kata secara gramatikal besertaunsur-unsur dan bentuk-bentuk kata. Sintaksis membicarakan komponen-komponen kalimat dan proses pembentukannya. Bidang ilmu bahasa yang secara khusus menganalisis arti atau makna kata ialah semantik, sedang yang membahas asal-usul bentuk kata adalah etimologi,

Dalam peranannya bahasa Indonesia dalam penulisan atau dalam konteks ilmiah sangatlah penting. Dikarenakan dalam penulisan ilmiah membutuhkan penggunaan tata bahasa Indonesia yang baik. Penggunaan tata bahasa Indonesia dalam konteks ilmiah ialah penggunaan tata bahasa yang telah mengikuti aturan EYD yang benar. Dimana dalam segi penggunaan tata bahasa, segi pemilihan kata, dan segi penggunaan tanda baca.
Sering kali pada konteks ilmiah bahasa diartikan sebagai buah pikir penulis, sebagai hasil dari pengamatan, tinjauan, penelitian yang dilakukan oleh si penulis tersebut pada ilmu pengetahuan tertentu. Dalam konteks karya ilmiah isi dari karya ilmiah harus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, baik dalam penulisan dan tata bahasanya.
Dalam penulisan karya ilmiah yang harus diperhatikan ialah dalam pemilihan kata, penggunaan tanda baca, dan harus mengikuti EYD. Adapun manfaat penyusunan karya ilmiah bagi penulis adalah berikut:

1. Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif.
2. Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber.
3. Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan.
4. Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis.
5. Memperoleh kepuasan intelektual.
6. Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan.
Jadi dapat disimpulkan peranan dan fungsi bahasa Indonesia dalam konteks ilmiah sangatlah penting. Karena hasil baik dari penulisan ilmiah tidak lepas dari segi penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Peranan Bahasa Indonesia dalam Konsep Ilmiah

1. Pendahuluan
Bahasa merupakan kunci untuk membuka wawasan dan pengetahuan. Hanya dengan bahasalah kita dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Walaupun bahasa Indonesia sudah berperan sebagai alat persatuan tetapi belum dapat berperan sebagai pengantar ilmu pengetahuan. Hal tersebut mengharuskan kita menerjemahkan semua buku ilmu pengetahuan di dunia ini ke dalam bahasa Indonesia. Dengan adanya informasi ilmiah dalam bahasa Indonesia tersebut, pasti akan ada kemajuan di bidang ilmu pengetahuan yang berarti meningkatkan mutu bahasa indonesia sebagai bahasa ilmiah. Bahasa dipakai sebagai alat mengungkap gagasan dan pikiran. Dengan begitu bahasa adalah alat komunikasi sekaligus alat untuk memahami isi dari komunikasi itu sendiri. Komunikasi antar-orang, termasuk komunikasi ilmuwan terhadap fenomena alam dan fenomena kebudayaan.
Manusia menggunakan bahasa sesuai dengan yang dia ketahui dan yang dirasakan guna menyampaikan gagasan atau menerima gagasan, pemberitahuan, keluh-kesah, pernyataan menghormat, bersahabat, atau pernyataan permusuhan dari orang lain. Siapa dia berkomunikasi dengan siapa, tentang hal apa, di mana, untuk tujuan apa dengan cara bagaimana. Dengan demikian, cara orang mengekspresikan gagasan terkait dengan masalah-masalah di luarnya seperti kesadaran atas status sosial dan tradisi yang berlaku dan diberlakukan. Lewat bahasa yang diketahui, gagasan dan pikiran diformulasi menjadi serangkaian konsep kebahasaan. Konsep bisa berupa kata atau istilah (construct). Kursi misalnya, adalah kata yang artinya “tempat duduk”. Karena berarti demikian maka kursi difungsikan untuk diduduki, tidak dipanggul. Kalau dipanggul, pasti ada penjelasan lain, misalnya dilakukan oleh sejumlah kuli-kasar untuk dibawa masuk ke rumah, ke mobil cup terbuka. Karena kursi berfungsi sebagai tempat duduk, maka muncul makna baru dari kata kursi itu, misalnya kedudukan. Misalnya adanya ungkapan: “Para anggota DPR (mohon maaf untuk tidak dibaca wakil-wakil rakyat) bersitegang untuk memperebutkan kursi ketua komisi. Kata “kursi” di sini merupakan kata lain dari “kedudukan sebagai”. Sedang bersitegang adalah suasana yang muncul dengan tanda-tanda tertentu, misalnya saat berbicara tangannya digebrakkan ke meja, atau berbicara sambil merebut mik ketua sidang dsb.
Bahasa Indonesia dikenal sebagi bahasa aglutinatif. Artinya, kosakata dalam bahasa Indonesia dapat ditempeli dengan bentuk lain, yaitu imbuhan. Imbuhan mengubah bentuk dan makna bentuk dasar yang dilekati imbuhan itu .Karena sifat itulah, imbuhan memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan kata bahasa Indonesia. Dengan demikian, sudah selayaknyalah, sebagai pemakainya kita memiliki pengetahuan mengenai ini.Kemampuan berbahasa yang baik dan benar merupakan persyaratan mutlak untuk melakukan kegiatan ilmiah karena bahas merupakan sarana komunikasi ilmiah pokok. Tanpa penguasaan tata bahasa dan kosakata yang baik akan sulit bagi seorang ilmuan untuk mengkomunikasikan gagasannya kepada pihak lain. Dengan bahasa selaku alat komunikasi, kita bukan saja menyampaikan informasi tetapi juga argumentasi, dimana kejelasan kosakata dan logika tata bahasa merupakan persyaratan utama.

1. Karya Tulis Ilmiah
Karya tulis ilmiah atau akademik menuntut kecermatan dalam penalaran dan bahasa. Dalam hal bahasa, karya tulis semacam itu (termasuk laporan penelitian) harus memenuhi ragam bahasa standar (formal) atau bukan bahasa informal atau pergaulan.Ragam bahasa karya tulis ilmiah atau akademik hendaknya mengikuti ragam bahsa yang penuturnya adalah terpelajar dalam bidang ilmu tertentu. Ragam bahasa ini mengikuti kaidah bahasa baku untuk menghindari ketaksaan atau ambigiutas makna karena karya tulis ilmiah tidak terikat oleh waktu. Dengan demikian, ragam bahasa karya ilmiah sedapat-dapatnya tidak mengandung bahasa yang sifatnya kontekstual seperti ragam bahasa jurnalistik. Tujuannya agar karya tersebut dapt tetap dipahami oleh pembaca yang tidak berada dalam situasi atau konteks saat karya tersebut diterbitkan. Masalah ilmiah biasanya menyangkut hal yang sifatnya abstrak atau konseptual yang sulit dicari alat peraga atau analoginya dengan keadaan nyata. Untuk mengungkapkan hal semacam itu, diperlukan struktur bahasa keilmuan adalah kemampuannya untuk membedakan gagasan atau pengertian yang memang berbeda dan strukturnya yang baku dan cermat. Dengan karakteristik ini, suatu gagasan dapat terungkap dengan cermat tanpa kesalahan makna bagi penerimanya.
Penulisan ilmiah merupakan sebuah karangan yang bersifat fakta atau real yang ditulis dengan menggunakan penulisan yang baik dan benar serta ditulis menurut metode yang ada.

Terdapat beberapa jenis penulisan ilmiah yang dapat di kategorikan sebagai berikut :

·         Makalah
makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan permasalahan dan pembahasan berdasarkan data yang telah di dapatkan di lapangan dengan objektif, atau kepustakaan yang bersifat empiris dan objektif.

·         Kertas Kerja.
Kertas kerja adalah karya tulis ilmiah yang bersifat lebih mendalam dari pada makalah dengan menyajikan data di lapangan atau kepustakaan yang bersifat empiris dan objektif. Makalah sering ditulis untuk di sajikan dalam kegiatan penelitian dan tidak untuk didiskusikan, sedangkan kertas kerja ditulis untuk disajikan dalam seminar atau lokakarya.

·         Laporan Praktik Kerja
Laporan praktik kerja adalah karya tulis ilmiah yang memaparkan data hasil temuan di lapangan atau instansi perusahaan tempat kita bekerja.  Jenis karya ilmiah ini bisanya digunakan untuk penulisan terakhir jenjang diploma III (DIII).


·          Skripsi
Skripsi adalah karya ilmiah yang mengemukakan pendapat orang lain dan data yang telah di dapat di lapangan yang digunakan untuk mendapat gelar S1 :
1. Langsung (observasi lapangan)
2. Skripsi
3. Tidak langsung (studi kepustakaan)
Karya ilmiah ini ditulis untuk meraih gelar sarjana.


·          Tesis
Tesis adalah karya tulis ilmiah yang mengungkapkan pengetahuan baru dengan melakakukan pengujian terhadap suatu hipotesis. Tesis ini sifatnya lebih mendalam dari skripsi (karya ilmiah S2). Karya ilmiah ini ditulis untuk meraih gelar magister.


·          Disertasi
Disertasi adalah karya ilmiah yang mengungkapkan teori atau dalil baru yang dapat dibuktikan berdasarkan fakta yang realistis dan data yang relefan serta objektif.
Dalam menulis karya ilmiah sebaiknya menggukan kata-kata atau kalimat yang sesuai dengan kaidah dan bahasa yang penuturannya terpelajar dengan bidang tertentu, ini berguna untuk menghindari ketaksaan atau ambigu makna karna karya ilmiah tidak terikat oleh waktu. Dengan demikian, ragam bahasa penulisan karya ilmiah tidak mengandung bahasa yang sifatnya konstektual,
Oleh karena itu, pengajar perlu memperhatikan kaidah yang berkaitan dengan pembentukan istilah, Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUPI) yang dikeluarkan oleh pusat pembinaan bahasa Indonesia merupakan sumber yang baik sebagai pedoman dalam memperhatikan hal-hal tersebut. Dan juga tanda baca yang tepat untuk di setiap kalimat yang dimuat dalam Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)
Ada yang menyebutkan beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam karya tulis ilmiah berupa penelitian yaitu :
1. Bermakna isinya
2. Jelas uraiannya
3. Berkesatuan yang bulat
4. Singkat dan padat
5. Memenuhi kaidah kebahasaan
6. Memenuhi kaidah penulisan dan format karya ilmiah
7. Komunikasi secara ilmiah

Pada dasarnya beberapa jenis karangan ilmiah itu harus melakukan sebuah pengamatan ataupun penelitian. Tidak terlupakan adalah dalam suatu pembuatan karya ilmiah itu harus terjamin faktanya dan sesuai kebenarannya. Dan harus bisa dibuktikan dan dipertanggungjawabkan. Bahasa Indonesia yang baik dan benarpun dalam penulisan ilmiah sangatlah sering, karena bahasa Indonesia menjadi dasar bahasa dalam penulisan ilmiah dalam bahasa Indonesia. Dan juga sebuah karya ilmiah itu harus memenuhi ragam bahasa standar (formal) atau terpelajar dan bukan bahasa informal atau pergaulan. Dalam penulisan ilmiah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain kata yang harus dipilih dalam penulisannya, paragrafnya un disusun dengan sebaik mungkin, dengan lugas, jelas, formal, konsisten, ringkas dan juga padat. Isi dari penulisan karya ilmiah itu harus obyektif sehingga tidak ada kata yang bersifat subyektif.


Sumber :
http://bk-ikippgri-smg.blogspot.com/2012/08/makalah-ragam-ilmiah.html

Tugas 4 Contoh Surat Lamaran dan CV

Depok, 26 Maret 2013

Kepada Yth,
Manager Personalia
PT. Rejeki Makmur
Jl. Margonda Raya No. 72
Depok, Jawa Barat

Dengan hormat,

Sesuai dengan penawaran lowongan pekerjaan dari PT. Rejeki Makmur, seperti yang dimuat di harian Monitor Depok pada tanggal 25 Maret 2013, dengan ini saya mengajukan diri untuk bergabung dalam Tim Marketing di PT. Rejeki Makmur. Adapun biodata saya  sebagai berikut :

Nama                           : Julian Adhi Wicaksono
Tempat/Tgl. Lahir         : Jakarta, 5 Juli 1995
Pendidikan Akhir          : SMA
Alamat                         : Jl. Kecebong No. 13  Rt. 11/13
No. HP                        : 0899 0567 8990
Email                            : julianadhi@gmai.com
Status Perkawinan        : Belum menikah

Saat ini saya bekerja sebagai tenaga paruh waktu di PT. Angin Ribut. Saya senang belajar serta dapat bekerja secara mandiri maupun dalam sebuah tim dengan baik.

Sebagai bahan pertimbangan, berikut saya lampirkan :

1. Daftar riwayat hidup.
2. Foto copy ijazah SMK
3. Foto copy sertifikat kursus/pelatihan.
4. Pass foto terbaru.

Besar harapan saya diberi kesempatan untuk mengikuti wawancara agar dapat menjelaskan lebih mendalam mengenai profil serta skil yang saya miliki. Disamping data yang tertuang pada resume (daftar riwayat hidup), Saya juga memiliki pengalaman yang cukup dalam tenaga marketing dan seorang pekerja keras.

Demikian surat lamaran ini saya sampaikan, atas perhatian dan bantuan yang diberikan saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya,



Julian Adhi. W





CONTOH DAFTAR RIWAYAT HIDUP

DAFTAR RIWAYAT HIDUP
DATA PRIBADI
 


Nama
                                    : Julian Adhi Wicksono
Tempat/Tgl Lahir                   : Jakarta, 05 Juli 1991
Alamat                                  : Jl. Kecebong No. 13 Rt. 11/13
                                                  Kel. Beji, Kec. Beji
                                                  Depok 131113
Telepon                                : 021-7774673
Handphone                          : 089905678990
Email                                    : julian.adhi@rocketmail.com
                                              julianadhian@gmail.com
Status                                   : Belum Menikah
Kewarganegaraan                 : Indonesia
PENDIDIKAN FORMAL
 


DATA PRIBADI
Tahun              Sekolah/Universitas            Jurusan
2001 - 2007                      SDN 07                                                  -
2007 – 20010                    SMP Islam Al-Muhajirin                          -
2010 – 2013                      MA Negeri 7 Jakarta                             IPA
2013 – sekarang                Universitas Gunadarma                     Teknik Industri