Sabtu, 23 November 2013

Pancong, Tongkrongan Kawula Muda Depok


Kue pancong adalah kue tradisional atau asli Indonesia. Kini kue tersebut sudah berevolusi menjadi kue yang cukup modern dan disukai semua kalangan, dari yang muda hingga yang tua. Sungguh kreatifitas di dalam dunia culinary. Di Depok terdapat tempat makanan yang familiar di kalangan anak muda salah satunya Pancong Mang Kumis dan Mang Dadang. Lokasinya di Jalan Komodo, Beji Depok, dekat Jalan Nusantara, tepatnya samping kiri kator kelurahan Depok Jaya. Dan warung yang tidak pernah sepi pengunjung ini yang sekaligus dijadikan tempat nongkrong ini sudah berdiri sejak tahun 1980.
Di lihat dari luar, tempat ini memang kurang begitu menarik. Kecil, tidak muat untuk orang banyak. Di sana hanya terdapat dua kursi kayu panjang yang biasa digunakan untuk warung kopi dan hanya muat untuk 6-8 orang pembeli. Tetapi, dari menu makanan yang ditawarkan cukup variatif dan cukup murah bagi kantong anak muda. That’s why don’t judge a book by its cover.
            Tidak hanya kue pancong yang ditawarkan, roti bakar, gorengan atau mie instan baik rebus atau pun goreng pun juga tersedia di sana. Mie instannya sendiripun tidak biasa, ada telur dan kornet sebagai bahan pelengkapnya. Dari minumannya ada bubur/air kacang hijau, susu cokelat, es jeruk, teh manis, kopi dll. Kue pancongnya sendiripun banyak pilihan rasa. Ada pancong keju susu, pancong yang ditaburi meses, pancong stroberi, pancong nanas, dan pancong srikaya. Makanan favorit atau yang banyak diminati oleh para pembeli di sini adalah pancong keju. Kue yang berbahan dasar  tepung terigu kemudian dipanggang dan diberikan topping susu kental manis putih dan parutan keju sangat enak dimakan selagi hangat. Dan nama yang familiar untuk memesan menu makanan ini biasanya disebut Pasuke (Pancong Susu Keju). Apalagi bila ditemani oleh air kacang hijau ditambah es, atau  sering disebut es sucang. Namun bagi kamu yang tidak menyukai minuman dingin, warung Pancong mang Kumis dan Mang Dadang yang sudah ada sejak tiga puluh dua tahun yang lalu ini juga menawarkan teh hangat, susu jahe, STMJ, kopi atau minuman hangat lainnya. Atau dari kue pancongnya sendiri apabila kamu menyukai coklat, tentu kamu dapat memesannya pancong meses, seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Dimana di atasnya tetap dilumuri susu kental manis putih dan meses.
            “Iya, kita sering banget kesini. Enak aja buat nongkrong-nongkrong. Emang sih tempatnya kurang besar dan nyaman apalagi kalo kita datengnya telat harus nunggu dan gantian dah sama pembeli yang lainnya,” ungkap salah satu pengunjung muda yang baru saja memakan pancong susu keju yang dipesannya. “Rasanya juga enak sih mbak, ini emang bukan makanan mmh utama kaya nasi tapi menurut gue ini ngenyangin banget kok. Gue kalo mesen ya selalu ini pancong susu keju meses sama ovaltine pake es. Lagipula harganya juga ga mahal. Murah lah pokoknya. Cuma ya gitu, kalo kita kesini pas jam pulang sekolah rame banget sama anak sekolah lainnya. Jadi bikin males, ga bisa lama-lama juga bikin canggung. Hahaha”, tambah seorang temannya yang duduk bersebelahan.
            Ya, untuk harga memang tidak perlu khawatir, mencoba makanan di tempat ini tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Cukup dengan Rp. 3.000,- sampai dengan Rp. 15.000,- sudah dapat mencicipi varian makanan atau minuman di warung yang tidak pernah sepi pengunjung ini. Dan apabila kalian sedang berada di daerah Depok, kamu dapat mampir kapan pun karena tempat ini buka 24 jam, hanya saja pada jam-jam tertentu seperti jam pulang sekolah, jam pulang kerja menjadi sangat ramai dari biasanya dan hanya dilayani oleh 2-3 orang pegawai. Jadi kamu harus sabar-sabar menunggu pesananmu datang dan hati-hati ketagihan yah mencicipi pancong di warung yang sudah bergeser menjadi tempat kongkow-nya sebagian dari  kawula muda Depok. (Kartika Ratnasari / berbagai sumber)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar