Di lihat dari luar,
tempat ini memang kurang begitu menarik. Kecil, tidak muat untuk orang banyak.
Di sana hanya terdapat dua kursi kayu panjang yang biasa digunakan untuk warung
kopi dan hanya muat untuk 6-8 orang pembeli. Tetapi, dari menu makanan yang
ditawarkan cukup variatif dan cukup murah bagi kantong anak muda. That’s why don’t judge a book by its cover.
Tidak
hanya kue pancong yang ditawarkan, roti bakar, gorengan atau mie instan baik
rebus atau pun goreng pun juga tersedia di sana. Mie instannya sendiripun tidak
biasa, ada telur dan kornet sebagai bahan pelengkapnya. Dari minumannya ada
bubur/air kacang hijau, susu cokelat, es jeruk, teh manis, kopi dll. Kue
pancongnya sendiripun banyak pilihan rasa. Ada pancong keju susu, pancong yang
ditaburi meses, pancong stroberi, pancong nanas, dan pancong srikaya. Makanan
favorit atau yang banyak diminati oleh para pembeli di sini adalah pancong
keju. Kue yang berbahan dasar tepung terigu
kemudian dipanggang dan diberikan topping
susu kental manis putih dan parutan keju sangat enak dimakan selagi hangat. Dan
nama yang familiar untuk memesan menu makanan ini biasanya disebut Pasuke (Pancong Susu Keju). Apalagi bila
ditemani oleh air kacang hijau ditambah es, atau sering disebut es sucang. Namun bagi kamu yang tidak menyukai minuman dingin,
warung Pancong mang Kumis dan Mang Dadang yang sudah ada sejak tiga puluh dua
tahun yang lalu ini juga menawarkan teh hangat, susu jahe, STMJ, kopi atau
minuman hangat lainnya. Atau dari kue pancongnya sendiri apabila kamu menyukai
coklat, tentu kamu dapat memesannya pancong meses, seperti yang telah
disebutkan sebelumnya. Dimana di atasnya tetap dilumuri susu kental manis putih
dan meses.
“Iya,
kita sering banget kesini. Enak aja buat nongkrong-nongkrong. Emang sih
tempatnya kurang besar dan nyaman apalagi kalo kita datengnya telat harus
nunggu dan gantian dah sama pembeli
yang lainnya,” ungkap salah satu pengunjung muda yang baru saja memakan pancong
susu keju yang dipesannya. “Rasanya juga enak sih mbak, ini emang bukan makanan
mmh utama kaya nasi tapi menurut gue
ini ngenyangin banget kok. Gue kalo
mesen ya selalu ini pancong susu keju meses sama ovaltine pake es. Lagipula
harganya juga ga mahal. Murah lah pokoknya. Cuma ya gitu, kalo kita kesini pas
jam pulang sekolah rame banget sama anak sekolah lainnya. Jadi bikin males, ga
bisa lama-lama juga bikin canggung. Hahaha”, tambah seorang temannya yang duduk
bersebelahan.
Ya, untuk harga memang tidak
perlu khawatir, mencoba makanan di tempat ini tidak perlu merogoh kocek
dalam-dalam. Cukup dengan Rp. 3.000,- sampai dengan Rp. 15.000,- sudah dapat
mencicipi varian makanan atau minuman di warung yang tidak pernah sepi
pengunjung ini. Dan apabila kalian sedang berada di daerah Depok, kamu dapat
mampir kapan pun karena tempat ini buka 24 jam, hanya saja pada jam-jam
tertentu seperti jam pulang sekolah, jam pulang kerja menjadi sangat ramai dari
biasanya dan hanya dilayani oleh 2-3 orang pegawai. Jadi kamu harus sabar-sabar
menunggu pesananmu datang dan hati-hati ketagihan yah mencicipi pancong di warung yang sudah bergeser menjadi tempat kongkow-nya sebagian dari kawula
muda Depok. (Kartika Ratnasari / berbagai sumber)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar